Rabu, 10 September 2014

GODAAN (AGAMA KATOLIK)

Pelengkap catatan:
GODAAN MENGINCAR, TUHAN MENOLONG


Dasar Pemikiran
Sangatlah menggembirakan bahwa kemajuan dunia, dalam banyak hal, berlangsung cepat dan me­ngagumkan, tetapi Anda semakin mudah tergoda de­ngan janji-janji dan harapan-harapan yang serba mu­dah untuk mencari kenikmatan hidup. Untuk men­capai semuanya itu, orang sering melakukan jalan pintas, misalnya korupsi, penipuan, keserakahan, pelacuran. Bahkan, orang mengejar kehormatan, ke­muliaan, kemewahan, kemegahan atau kemasyhur­an, baik bagi dirinya sendiri maupun kelompoknya, dengan jalan menjual kehormatan pribadi.
Setiap orang pernah mengalami godaan. Orang yang jatuh dalam godaan biasanya merasa khawatir, bimbang, ragu-ragu, cemas, bersalah, berdosa, jauh dari Tuhan, tak berani berdoa, tersiksa, stres, dan se­bagainya. Orang yang jatuh dalam godaan biasanya memikirkan dosa, penderitaan abadi atau neraka, Tu­han yang menghukum, hukum karma, dan sebagai­nya. Godaan selalu menyerang melalui sisi-sisi lemah orang, sehingga menghambat kemajuan orang dalam segala hal. Orang menjadi tidak berani mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan keputusan itu. Orang takut gagal dan dibingungkan oleh kekuatan jahat yang menggodanya. Dalam situasi seperti ini, orang mengalami kesulitan untuk memelihara kede­katannya dengan Tuhan, apalagi mengalami bahwa Tuhan tetap hadir dalam hidupnya sehari-hari.
Sikap semacam ini dapat dilihat pula dalam diri kaum muda.  Dalam masa muda ini, mereka tidak saja mengalami perubahan fisik, tetapi juga perubahan psikis, yakni emosi, keinginan dan kemampuan untuk berdikari, mulai merencanakan tujuan hidup yang ideal bagi diri mereka sendiri. Perubahan­-perubahan tersebut sangat mempengaruhi perilaku hidup mereka dalam menghadapi godaan yang me­nimpa dirinya. Ada sementara anak muda yang cenderung lari dari per­juangan  dan kesulitan hidup, tetapi ada yang berani menghadapinya.


Macam-Macam Godaan
Dalam hidup Orang sering mendapat berbagai tawaran, kemudahan, fasi­litas menarik yang menyebabkan orang jatuh ke da­lam godaan yang menyesatkan, kejahatan, bahkan dosa. Aneka macam godaan dalam hidup ini dapat dikelompokkan men­jadi:
1.    Godaan yang bersifat kenikmatan atau keme­wahan: mencuri, berbohong, berjudi, melihat gambar atau film porno, mencari kepuasan ba­dani atau seksual, menggunakan narkoba, mi­num minuman beralkohol, dan sebagainya.
2.    Godaan yang bersifat kekuasaan: gila kekuasaan, berlaku sebagai diktator atau otoriter, melupakan kepentingan umum atau rakyat, menindas, mengintimidasi, menakut-nakuti, memperkaya diri, dan sebagainya.
3.    Godaan atas kehormatan, kemuliaan, kemegah­an atau kemasyhuran: sombong, angkuh, merasa yang terhormat, melihat orang lain tidak berarti atau meremehkan orang lain, tidak memerlukan bantuan Tuhan, dan sebagainya.


Sifat-Sifat Godaan
1.       Lemah bila dilawan, garang bila didiamkan
2.       Seperti hidung belang, godaan ingin agar perbuatan dan bujuk rayunya disembunyikan, tidak dibukakan kepada orang yang dapat membantu.
3.       Seperti komandan, godaan selalu menyerang kelemahan manusia. Oleh karena itu dalam hal orang perlu berhati-hati.
4.       Godaan kadang menyerang dengan menyangatkan sikap seseorang. Yang ceroboh dibuatnya semakin ceroboh, yang peka dibuat kelewat peka sehingga mereka menjadi bingung.

Dua keadaan Dasar
1.       Maju Dalam Tuhan
Orang yang maju dalam Tuhan yaitu orang yang hubungannya dengan Tuhan semakin akrab, orang terus memperbaiki dirinya. Pada situasi ini Roh Baik akan memberikan semangat, kekuatan, hiburan, inspirasi, dan ketenangan untuk semakin maju lagi. Sedangkan Roh Jahat menyesakkan orang itu dan menghalangi kemajuan orang itu dengan tipuan dan alasan-alasan palsu.
2.       Menjauh Dari Tuhan
Orang yang menjauh dari Tuhan adalah orang yang secara pelan-pelan meninggalkan Tuhan atau dapat juga orang yang jatuh dari dosa ke dosa yang lebih besar. Pada situasi ini Roh Baik akan menyesakkan hati nurani orang itu dengan teguran-teguran pada budi orang tersebut. Sedangkan Roh Jahat memberikan kesenangan palsu dan menyodorkan bayangan-bayangan kenikmatan duniawi agar orang itu tetap jahat.

Cara-Cara Menghadapi Godaan
1.    Bersikap tegas: sikap menolak tanpa kompromi terhadap godaan, berani dan tanpa ragu-ragu untuk melangkah. Orang tidak boleh ragu-ragu lagi dalam mengambil keputusan, namun ada orang yang masih ragu-ragu.  Orang ber­sikap ragu-ragu karena disebabkan oleh:
a.      kesulitan mengambil tindakan berdasarkan keputusan itu sendiri
b.      pemikiran akan masalah yang dianggap belum lengkap dan menyeluruh
c.       perasaan takut gagal
d.      keraguan dalam mengambil keputusan, an­tara fakta dan kata hati, sehingga takut ber­tindak.
Untuk melatih agar orang dapat bersikap tegas, Orang perlu melakukan “Agere Contra” yaitu sikap untuk mengerasi diri.
2.    Berprinsip: orang harus mempunyai prinsip untuk mengatasi godaan, yaitu mendahulukan prioritas utama yang hendak diambil ber­dasarkan fakta yang sudah dipertimbangkan.
3.    Bersikap kritis: sikap peka dan hati-hati meng­hadapi godaan yang ada dalam dirinya, agar keputusan yang diambil tidak keliru.
4.    Bersikap rendah hati, sebagai ciptaan Tuhan yang terbatas, yang tidak sempurna. Dengan ke­sadaran ini, orang diharapkan selalu rendah hati di hadapan Tuhan dan sesamanya, sehingga rela hidup bergandengan tangan, saling mencintai, dan mau mendengarkan orang lain meski me­nyakitkan.
5.    Mengikuti kegiatan-kegiatan rohani, misalnya berdoa, berpuasa, ziarah, membaca kitab suci, dan sebagainya, untuk menyadari keterbatasan­nya dan pertolongan Tuhan dalam mengatasi godaan. Selain itu, orang membuka hati kepada Tuhan Sang Pencipta, mendengarkan apa yang dikatakan Tuhan dalam hati, menumpahkan segala isi hati di hadapan Tuhan dengan segala kekhawatiran dan harapannya.
Godaan didefinisikan sebagai suatu rangsangan untuk melakukan tindakan yang kurang pantas atau berbuat dosa. Godaan belum merupakan dosa, asal­kan orang tidak mencarinya atau dengan senang hati mengikutinya. Godaan selalu berkaitan dengan ke­pentingan pribadi. Demi kepentingan pribadi itu, orang sampai hati mengorbankan sesamanya secara tidak manusiawi atau melanggar ajaran agama dan kepercayaan.
Semua agama dan kepercayaan menyatakan bahwa godaan akan menyengsarakan, membinasa­kan orang. Orang yang hidup dalam godaan akan mengalami kematian abadi (dosa). Mengingat akan kelemahannya, maka orang perlu berpegang pada Tuhan karena Dialah segala-galanya bagi hidupnya, Pencipta dunia dan isinya, Dia sebagai pusat dan tu­juan hidupnya. Tuhan menolong orang untuk meng­atasi godaan dengan berbagai cara, dalam peristiwa hidup sehari-hari. Di satu pihak, orang tidak dapat mengandalkan kekuatannya sendiri yang terbatas ini. Orang harus mempunyai kesadaran bahwa perto­longan yang sejati datangnya dari Tuhan. Di lain pi­hak, orang harus bersikap tegas untuk mengalahkan godaan. Ketika orang digoda, dia menyadari bahwa godaan sedang menghampirinya sehingga dia dapat menolak godaan itu dengan tegas. Sikap ini hanya bisa dilakukan kalau orang dapat menjaga kese­imbangan hidupnya.
Kehidupan Anda tidak lepas dari berbagai goda­an. Godaan yang menyebabkan Anda jatuh dalam kesalahan dan kejahatan, mulai dari hal-hal kecil dan sederhana. Lama-kelamaan Anda menjadi masa bo­doh dengan hati nurani, ajaran yang baik, dan bahkan mencari jalan pintas untuk mewujudkan keinginan­nya, misalnya memperoleh nilai baik dengan men­contek, memiliki uang dengan berbohong kepada orang tua atau menggunakan uang SPP, mengatasi masalah dengan minum-minuman keras atau mengkonsumsi narkoba, dan sebagainya.

Godaan Dalam Alkitab dan Ajaran Gereja

Godaan Juga di alami oleh Tuhan Yesus. Kisah tersebut diceritakan dalam Inil Lukas  4:1-13). Peristiwa itu memberikan banyak hal yang dapat kita gunakan untuk mengembangkan hidup kerohanian kita. Makna dan Point-point penting yang kita dapatkan yaitu:

a.  Situasi padang gurun tempat Yesus berpuasa dan dicobai
1) Sifat pokok yang dikatakan tentang padang gurun adalah keadaan yang sunyi, gersang, dan terbengkalai.
2)    Padang gurun menggambarkan keadaan yang ekstrem, tidak nyaman untuk didiami, dan bahkan menakutkan. Padang gurun berjurang terjal, air tak mudah didapat, tanahnya berbukit kapur, dan tak ada tumbuhan yang hidup di sana.
3) Keprihatinan manusia yang hidup di padang gurun adalah bagaimana mempertahankan hidup. Hidup di padang gurun berarti berada di lingkup cobaan dan tantangan, dan sering dikatakan sebagai tempat kediaman roh-roh jahat.
4) Ada pengertian lain: padang gurun dipilih orang jika ingin memper­barui kedekatan dengan Tuhan, supaya memiliki hidup lebih ber­mutu. Contoh: bangsa Israel yang dipimpin Musa, Yohanes Pem­babtis, dan Yesus sendiri.
b.   Yesus menyendiri di padang gurun: menyendiri berarti tidak dapat meng­andalkan pertolongan orang lain, dan harus memutuskan sendiri.
c.    Berdoa berarti:
1) membuka hati kepada Allah Sang Pencipta, mendengarkan apa yang dikatakan Allah dalam hati;
2)    mengakui betapa kecilnya kita di hadapan Allah, mengakui dan menerima kesalahan yang dibuat, memohon ampun, mengakui kese­lamatan sejati yang tidak dapat dibangun sendiri.
3)    menumpahkan segala isi hati di hadapan Allah dengan segala ke­khawatiran dan harapannya.
4)    berpuasa adalah tidak makan dan tidak minum
5)    Yesus mengalami percobaan.
d.    Macam-macam pencobaan dan sikap Yesus dalam menghadapi godaan
1)   pencobaan pertama (batu dijadikan roti)
2)   pencobaan kedua (Yesus disuruh menyembah iblis)
3)    pencobaan ketiga (Yesus disuruh menjatuhkan diri dari ata bubung­an bait suci)
4)   Sikap tidak kompromi dalam menghadapi-pencobaan
5)   orang harus membuat keputusan memilih sesuatu yang menjadi prio­ritas dalam kesejatian hidup dan menyingkirkan hal-hal yang meng­halang-halangi perwujudan dirinya mengapa ia diciptakan.


Godaan, Dosa, dan Pengampunan
Pada umumnya orang memahami dosa sebagai suatu pelanggaran ter­hadap perintah Allah, dan perlu bertobat agar tidak dihukum Allah serta mendapat pengampunan-Nya. Pemahaman seperti itu didasari oleh pan­dangan bahwa Allah itu Hakim, yang selalu melihat dosa manusia dan sudah menyiapkan hukumannya.
a. Kitab Suci Perjanjian Lama
Pandangan Kitab Suci Perjanjian Lama tidak jauh berbeda dengan pandangan tersebut di atas. Dosa dipahami sebagai pelanggaran terhadap larangan Allah dan ketidaksetiaan terhadap perintah-perintah-Nya (bdk. Yos 7:11; 1 Sam 15:24). Adapun tobat diartikan sebagai sesal, meninggalkan ber­hala dan perbuatan-perbuatan keji dan segala kedurhakaan (bdk. Yeh 14:6; 18:30), lalu kembali kepada Allah dengan mengakui kesalahan (bdk. Yer 3:12-13). Pertobatan tersebut diungkapkan dengan bermacam-macam cara, misalnya matiraga, puasa, menyobek baju yang dikenakan, mempersem­bahkan korban pemulihan dsb., dan disertai pengakuan balk secara pribadi (bdk. 2Sam 12:13 a), maupun secara umum (bdk. 1 Sam 7:6), ataupun dengan perantaraan pemimpin (bdk. Kel 32:30-3 1). Pertobatan itu juga dihubungkan dengan pengampunan pribadi (bdk. Im 19:22); 2Sam 12:13b), ataupun de­ngan pengampunan umum (bdk. Bil 15:25). ,
b. Kitab Suci Perjanjian Baru
Dalam Kitab Suci Perjanjian Baru, Yesus memberitakan bahwa Allah itu Bapa yang Mahabaik, yang sungguh mencintai manusia. la menjelaskan tentang dosa, tobat, dan pengampunan dalam perumpamaan Anak Yang Hilang (lih. Luk 15:11-32). Bapa yang baik hati itu menggambarkan Allah sendiri, sedangkan dua orang anaknya menggambarkan manusia yang dicintai-Nya. Adapun dosa digambarkan pada tindakan anak bungsu, "... ia pergi ke negeri yang jauh ... "(ay. 13) artinya la meninggalkan bapanya yang mencintainya itu. Si bungsu memutuskan hubungan dan menolak cinta kasih bapanya. Begitupun manusia yang berdosa, meninggalkan Allah yang men­cintainya, memutuskan hubungan dengan Allah yang ingin membahagiakan­nya. "... ia hidup berfoya foya ... "(ay. 13) artinya si bungsu meninggalkan bapanya untuk mencari kebahagiaannya sendiri, suatu kebahagiaan semu. Manusia berdosa berarti meninggalkan Allah untuk mencari kebahagiaannya sendiri, kebahagiaan semu, akibatnya yang didapatkannya adalah penderitaan.


Ajaran Gereja tentang Pertobatan
Dalam gereja Katolik dikenal adanya Sakramen Tobat sebagai tanda seseorang sungguh bertobat atas dosa-dosanya. Ajaran gereja tentang tobat dinyatakan sebagai berikut.
1)    Konsili Vatikan II melalui dokumen LG 11 menyatakan bahwa "mereka yang menerima sakramen tobat memperoleh pengampunan dari Allah dan sekaligus didamaikan dengan gereja." Sakramen tobat terarah kepada penerimaan kembali oleh Allah di dalam Gereja. Sakramen tobat itu "sakramen iman", karena di dalamnya terungkap iman orang berdosa.
2)    Setiap orang yang menerima sakramen tobat harus berpaling kem­bali kepada Allah dengan segenap hati. Pertobatan batiniah ini di­nyatakan melalui pengakuan kepada (pelayan) Gereja dan menja­lankan penitensi (denda). Gereja selalu yakin bahwa tobat sungguh merupakan anugerah Allah clan dorongan Roh Kudus. Pokok sa­kramen tobat ialah pengakuan iman terhadap belas kasih Allah.



Pengembangan Religiositas (Pengembangan Wawasan)
Berikut ini disajikan beberapa pandangan dari berbagai agama dan kepercayaan tentang godaan da­lam kehidupan manusia. Anda juga dapat membaca sumber-sumber lain yang sesuai dengan tema untuk memperluas wawasan dan pengetahuan Anda.
Agama Buddha
Manusia tidak boleh terhanyut oleh harta benda karena semua benda adalah tidak kekal (anicca), se­mua benda adalah penderitaan (dukkha), dan semua benda tidak mempunyai jati diri yang terpisah sendiri (anatta). Semua benda tidak kekal maksudnya ialah semua benda berubah tanpa henti, tidak ada sesuatu pun yang bisa bertahan, tidak berubah bahkan untuk sekejap saja. Manusia yang berpegang pada benda­-benda dan lekat padanya hanya akan menimbulkan penderitaan. Hal yang harus dilakukan adalah meng­hindari perbuatan buruk, melakukan kebajikan, dan menyucikan pikiran.
(Bhikku Buddhadasa. 1996. Buku Petunjuk Bagi Umat Manusia. Bandung: Yayasan Penerbit Karaniya, hlm. 26)

Pengamatan pikiran yang penuh nafsu indria dapat diperoleh dengan mengamati jenis-jenis pikir­an, yang meliputi pikiran atau gagasan yang salah mengenai kesenangan indria, mengenai objek-objek yang ingin dimiliki, yang didambakan, dan terhadap­nya kita mengikatkan diri; gagasan untuk menghan­curkan orang lain, untuk melukai atau membunuh; gagasan untuk melakukan sesuatu yang kejam. Se­mentara itu pikiran yang benar meliputi gagasan yang berkenaan dengan pelepasan, bebas dari ke­inginan memiliki benda-benda yang biasanya didam­bakan orang; gagasan untuk tidak melakukan hal yang merugikan orang lain, yang timbul dari latihan metta atau kasih sayang; gagasan mengenai lenyap­nya perbuatan kejam, yang timbul dari latihan karuna atau belas kasih.
(Sayagyi V Ba Khin. 1997. Empat Kesempurnaan.Bandung: Yayasan Penerbit Karaniya)
Agama Katolik
Kalau manusia mau menjamin kesejahteraannya dan dasar hidupnya dengan dayanya sendiri, maka dari mana ia mengambil sumber untuk itu? la harus mengambilnya dari manusia yang lain dan dari dunia sekitarnya. Oleh karena itu, dalam diri manusia ber­kembang suatu kehausan yang tak terbatas akan kuasa dan kekayaan. Karena manusia perlu menja­min hidupnya, maka sesama yang hidup dari sumber yang sama menjadi saingan. Kemudian setiap orang berusaha menguasai orang lain supaya ia bisa me­lindungi diri terhadap mereka dan supaya ia mem­peroleh materiil dari mereka bagi dirinya sendiri.
Penggodaan dan dosa membawa juga perubah­an dalam gambaran manusia tentang Allah. Justru perubahan ini dalam gambaran tentang Allah me­nutup jalan bagi manusia untuk mengaku salah, untuk bertobat dan kembali percaya kepada Allah sebagai pemberi hidup. Manusia tetap terkurung da­lam paksaan dan kebutuhan untuk menjamin hidup­nya sendiri. Manusia tidak bisa keluar dari lingkaran setan ini dengan dayanya sendiri. la membutuhkah belas kasih Allah.
(Georg Kirchberger SVD. "Salib Kristus, Derita Manusia dan Kehendak Allah" dalam jatuh? - Bangun! jati Diri Kristiani dalam Sorotan. Orientasi Baru no. 7 Tahun 1993 Yogyakarta: Kanisius, hlm. 101, 102)
Agama Islam
Setan menggoda manusia melalui beberapa pintu masuk, berupa bisikan negatif dalam dada manusia, antara lain:
1)      ambisi yang berlebihan dan prasangka bu­ruk terhadap Tuhan yang melahirkan buda­ya mumpung dan kekikiran. Hal ini diatasi dengan keyakinan terhadap kemurahan hati ilahi serta rasa puas terhadap hasil usaha maksimal yang halal.
2)      gemerlap duniawi diatasi dengan sikap zuhud dan kesadaran ketidakkonsistenan kehidupan duniawi.
3)      merasa lebih dari orang lain bahwa yang se­dang dilakukannya adalah benar dan baik. Hal ini ditutup dengan kesadaran bahwa pe­nilaian Tuhan ditetapkan dengan memper­hatikan keadaan seseorang hingga akhir usianya.
4)      mengecilkan dosa atau menambah kebaikan sehingga orang melakukan dosa dengan alasan dosa kecil atau enggan berbuat baik dengan alasan malu karena amat sederhana. Hal ini ditampik dengan menyadari bahwa dosa dilakukan terhadap Tuhan dan bahwa Tuhan tidak menilai bentuk perbuatan se­mata-mata tapi juga niat dan sikap sese­orang.
5)      Riya' atau ingin dipuji baik sebelum, pada saat, maupun sesudah melakukan satu akti­vitas. Hal ini dihindari dengan menyadari bahwa Tuhan tidak menerima amal yang berpamrih.
(M. Quraish Shihab. 1996. Wawasan AI-Qur'an: TafsirMaudhui atas Pelbagai Persoalan Umat. Bandung: Mizan, hlm. 512)
Agama Kristen
Kisah jatuhnya manusia ke dalam dosa yang ter­surat dalam Kejadian 3:1-24, sebenarnya merupakan bahan refleksi agar manusia senantiasa waspada agar tidak tergoda untuk menuruti keinginan melepaskan diri dari keterpautan dan ketaatannya kepada Allah. Beberapa cara yang dilakukan penggoda supaya manusia melanggar perintah Allah, yaitu:
1.    membangkitkan keraguan (Kejadian 3:1-2);
2.    memutarbalikkan firman Allah (Kejadian 3:4-5);
3.    membangkitkan keinginan seakan melanggar perintah Allah akan membuat dirinya menjadi seperti Allah. (Kejadian 3:6).
            (Dr. Harun Hadiwijono, Iman Kristen, BPK Gunung Mulia, Jakarta 1986, hlm. 236)
Agama Hindu
Hanya awidya (kurang bijaksana) menyebabkan manusia terikat oleh benda-benda keduniawian. Ka­lau direnungkan justru manusia sering diombang­ ambingkan oleh pasang surut gelombang benda du­niawi yang menimbulkan perasaan duka, iri hati, marah, gelap, dan lain-lain. Oleh karena itu, sungguh sia-sia andaikata manusia terikat oleh benda kenik­matan duniawi yang sering menggoncangkan hidup dan ketenteraman sukmanya.
Dengan menyerahkan diri dan sujud terhadap Tuhan maka Tuhan akan menuntun dia ke jalan yang lurus hingga sempurna sila dan budinya. Tuhan akan membimbing dia dalam segala gerak dan langkahnya dan memurnikan hatinya sehingga ia dapat memiliki sifat dharma (kebajikan dan budi luhur) yang diarah­kan terhadap kesejahteraan dan kebahagiaan sesama makhluk dan dapat mencapai kebahagiaan hidup kini, kebahagiaan akhirat dan kebahagiaan dalam penjelmaan yang akan datang.
(Drs. IB Oka Punyatmadja. 1976. Pancha Cradha.Denpasar: Parisada Hindu Dharma Pusat, hlm. 24, 25)
Agama Khonghucu
Di dalam Shang Sheng Jing Lagu Puja memulia­kan Kalimah Suci yang di dalamnya merangkumkan keimanan ajaran Agama Khonghucu tersurat:
Hati manusia senantiasa rawan, hati di dalam Dao (Jalan Suci) itu muskil rahasia. Senantiasa pe­ganglah Yang Saripati, Yang Satu, tekun teguhlah memegang yang Tepat Tengah; Tengah Sempurna.
Hormat takutlah akan kuasa mulia TIAN Yang Maha Esa, senantiasa akan beroleh perlindungan. Hi­dup lestari Manunggal Firman (Pei Ming) akan mem­bawakan bagi diri banyak rahmat. Dipermuliakanlah (Qin Zai).
Hormat-hormatlah sungguh TIAN Maha Cerah, Tuhan Yang Maha Besar Maha Tinggi, senantiasa melindungi Kebajikan. Dipermuliakanlah.
Dari Iman menjadi cerah batin, itulah dinamai oleh Watak Sejati (Xing), dari cerah batin menjadi ber­iman dinamai oleh bimbingan Agama. Yang beriman tentu cerah batin, yang cerah batin tentu beriman. Dipermuliakanlah.
Jangan mendua hati, jangan bimbang, Tuhan Yang Maha Tinggi menyertaimu oleh ridho TIAN Yang Maha Esa, akan diterima rahmat bahagia tanpa batas. Dipermuliakanlah. (Xs. Tjhie)


“Selamat Belajar, Semoga Sukses”







CERITA SEPUTAR DINAS KESEHATAN

DINAS KESEHATAN
 






Untuk melengkapi tugas PPA dari jurusan IKM di UNNES, aku akan sharingkan beberapa informasi tentang Dinas Kesehatan.Pada kesempatan kali ini aku akan jelasin informasi tentang Dinas Kesehatan di Kota Semarang. Nah biar lebih jelas kita bagi ke point point di bawah ini :
Apa sih fungsi Dinas Kesehatan ?
Sebelum ke fungsi, perlu kalian tahu bahwa Dinas Kesehatan kota Semarang ada di Jalan Pandanaran 79 sementara yang Provinsi Jawa Tengah ada di Jalan Piere Tendean no 24 di Semarang. Nah, pada umumnya fungsi Dinas Kesehatan itu sendiri didirikan ya mengelola kegiatan kesehatan di Indonesia. Tapi tugas pokok dan fungsi yang lebih spesifik yaitu :
ü  Mengelola dan menetapkan kebijakan pelaksanaan perkembangan kesehatan di Indonesia baik yang dasar sampai umum. Contohnya : mengelola rujukan.
ü  Pembinaan umum dibidang kesehatan meliputi pendekatan peningkatan (promotif), pencegahan (preventif), pengobatan (kuratif), pemulihan (rehabilitatif) dan berdasarkan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Gubernur Jawa Tengah dibawah MenKes. Contohnya : mengelola penyuluhan pencegahan terhadap penyakit Demam Berdarah
ü  .Penetapan anggaran untuk pelaksanaan kegiatan kesehatan. Ini biasanya diajukan ke Badan Keuangan daerah maupun pusat tergantung letak Dinkes.’

Kegiatan apa saja yang dilaksanakan di Dinas Kesehatan dan Fasilitas apa yang mendukung kegiatan tersebut ?

Untuk merealisasikan fungsi dari Dinas Kesehatan, untuk itu Dinas Kesehatan memiliki beberapa kegiatan yang ia kelola bersama seluruh petugas kesehatan dari jajaran pusat sampai daerah yang bertatap langsung dengan masyarakat demi pencapaian sasaran mengenai standart kesehatan yaitu pengelolaan di bidang :

ü  Program obat dan berbekalan kesehatan, misalnya dengan pengawasan terhadap kualitas obat yang akan di edarkan ke masyarakat serta pengelolaan produksi obat bagi rakyat miskin. Selain itu dibantu BPOM, Dinkes juga mengawasi makanan yang beredar di masyarakat agar layak untuk dikonsumsi.
ü  Program Upaya Kesehatan Masyarakat, misalnya dengan pengadaan promosi kesehatan di masyarakat yang biasa kita kenal dengan penyuluhan kesehatan baik pencegahan maupun penanganan penyakit menular dan tidak menular. Selain itu telah direalisasikan dengan beberapa pengobatan gratis guna meningkatkan kesehatan rakyat miskin.
ü  Program Perbaikan Gizi Masyarakat, misalnya dengan dikelolanya kegiatan Posyandu serta pemeriksaan kualitas gizi dan kelayakan di beberapa pabrik makanan.
ü  Program Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin, misalnya dengan dikelolanya pengadaan Askes dan Jamkesmas yang saat ini telah diperbaharui dengan progam BPJS.
ü  Program Pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskesmas/ RS, yaitu dengan ditetapkannya anggaran untuk melengkapi dan memperbaiki fasilitas yang ada di RS dan Puskesmas demi terselenggaranya pelayanan kesehatan yang lebih lengkap dan memadai. Selain itu juga ditunjang dari sisi peningkatan kualitas SDM dengan mengadakan pelatihan pelayanan kesehatan demi terwujudnya pelayanan yang professional.
ü  Program Peningkatan Keselamatan Pasien, biasanya tiap Puskesmas dan Rumah Sakit menyediakan asuransi bagi keselamatan masyarakat ketika menjadi pasien yang dikelola oleh Dinas Kesehatan. HalHHal ini berguna dalam mempertanggungjawabkan keselamatan pasien dalam profesionalitas kerja para aparatur kesehatan.


Apa sih hubungan IKM dengan Dinas Kesehatan ?
Dalam ilmu Kesehatan Masyarakat terdapat 4 fokus pembelajaran yaitu di bidang : epidemiologi, gizi kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan dan kesehatan kerja, serta promosi kesehatan. Dari fokus pembelajaran tersebut dapat dilihat bahwa anak anak IKM diajarkan tentang bagaimana mempromosikan kegiatan  kesehatan, mengidentifikasi kesehatan di masyarakat, memperkirakan tarif kesehatan, mengatur lingkungan kerja yang aman, menganalisis gizi dan merancang diet penyakit dan masi banyak lagi. Dari pembelajaran tersebut bisa kita simpulkan bahwa lulusan IKM dipersiapkan bekerja di bidang kesehatan yang kegiatanya sama dengan kegiatan yang di selenggarakan Dinas Kesehatan. Dengan kata lain lulusan IKM adalah kaki tangan Dinas Kesehatan yang terjun langsung ke dalam masyarakat.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa prospek kerja lulusan IKM mayoritas berada di Dinas Kesehatan. Itulah mengapa mahasiswa baru IKM diminta untuk mengenal Dinas Kesehatan di daerah masing-masing. Agar dapat mengerti jenis pekerjaan apa saja yang akan dihadapi dan dijalani mahasiswa ketika hendak bekerja di Dinas Kesehatan. Meskipun demikian bukan berarti lulusan IKM pasti bekerja di Dinas Kesehatan, sebab banyak pekerjaan yang bisa dikerjakan setelah lulus dari jurusan Kesehatatan Masyarakat antara lain menjadi manajer perusahaan farmasi dan alat kesehatan,  manajer K3L di beberapa instansi pemerintah seperti Telkom, supervisor di restoran atau hotel, menjadi ahli statistik dan tim teknis di BKKBN, Bapenas, dan masih banyak lagi. Intinya prospek pekerjaan dari lulusan IKM memang sebagian besar terfokus dan banyak berada dalam naungan Dinas Kesehatan namun jika mahasiswa bisa jeli dan ulet sebenarnya banyak prospek pekerjaan yang bisa diraih di berbagai bidang yang membutukan lulusan IKM demi tercapainya kesuksesan. Asalkan tekun dan rajin berdoa serta rajin menjalin hubungan dengan sesama maka segala prospek pekerjaan IKM bisa membawa kesuksesan. Dan ingat : Tiada sukses yang diraih tanpa usaha yang bearti !” Sekian informasi yang saya bagikan berdasarkan beberapa observasi. Terimakasih.